Rabu, 27 Februari 2008

Superbug

Ini masalah laten yg berulang-ulang dibicarakan dan sesering itu pula dilupakan. Beberapa tahun mendatang, kita bakal diserang oleh makhluk-makhluk super yang sulit ditaklukkan. Mereka buka monster luar angkasa tapi bakteri yang saat ini bisa kita basmi.

Beberapa tahun lagi, mereka berubah menjadi bakteri super (superbug) gara-gara penggunaan antibiotic secara serampangan saat ini. Misalnya, flu atau batuk tanpa infeksi bakteri langsung dihantam dengan antibiotik. Bahkan secara sembrono antibiotik juga dipakai di peternakan-peternakan. Penelitian menemukan antibiotik di 85% daging ayam potong di Jakarta.

Meski tak secerdas manusia, bakteri makhluk pintar. Mereka bisa belajar mempertahankan diri. Sementara, antibiotik adalah senjata kimia rahasia. Jika dipakai tanpa indikasi, rahasianya bakal dicuri oleh kuman-kuman, sehingga mereka bisa memproduksi enzim penghancurnya.

Biasanya, bakteri super ini bermarkas di rumah-rumah sakit tempat antibiotik kelas berat beraksi. Namun, kuman-kuman ini juga bisa muncul di kamar tidur kita jika pemakaian antibiotik tetap tak terkendali seperti sekarang ini.

Untuk menangkal masalah ini, Indonesia Antimicrobial Resistance Watch (IARW) menganjurkan masyarakat agar berhati-hati menggunakan antibiotik. Cara praktisnya, sebisa mungkin cegah terjadinya infeksi dengan menerapkan pola hidup bersih. Jangan minum antibiotik secara ngawur kecuali atas resep dokter.

Jangan gunakan antibiotik untuk melawan penyakit yang bukan akibat infeksi bakteri. Sebab, semakin sering kita minum antibiotik, semakin mudah kita terinfeksi. Juga, jangan sembarang minum antibiotik yang diresepkan untuk orang lain sebab belum tentu sesuai. Hanya dengan cara ini kita boleh berharap, superbug tak menjadi ancaman. (Emshol)

Sumber : INTISARI edisi SEPTEMBER 2005 hal 186-187

0 komentar: