MENGGUNAKAN RASPBERRY PI UNTUK KOMPUTER HARIAN (PART 1)


Raspberry Pi atau biasa pula disebut Raspi. Konsol ini telah berevolusi dari semula perangkat yang menyasar untuk pendidikan menjadi sebuah desktop komputer. Apalagi setelah meluncurkan Rapberry Pi 4. perangkat kecil ini sudah diupgrade dari raspberry Pi3 menjadi lebih baik, cepat dan menambahkan banyak vitur baru dengan ukuran tetap serta masih dengan harga yang murah.

Procesornya ditingkatkan sudah 64bit, terdapat pilihan RAM dari 1GB, 2GB, 4GB. Dual display dengan micro HDMI yang telah mendukung 4K, 2 USB type 2, 2 USB type 3. Bahkan disitusnya sendiri mereka sangat percaya diri dengan menuliskan desktop replecement (pengganti desktop). Meskipun kemudian diganti menjadi Your tiny, dual-display, desktop komputer. Kabar baiknya secara resmi manjaro akan mendukung secara penuh raspberry Pi 4 ini. Nanti akan saya jelaskan perbedaan RaspbianOS dan ManjaroOS. 

Baiklah saya yakin sudah pada tahu banyak tentang Raspberry Pi, jadi saya tidak akan menjelaskan lebih panjang dan dalam lagi. Banyak proyek dan ide-ide yang menggunakan perangkat ini. Tetapi saya hanya ingin berpendapat sesuai dengan kemampuan saya sebagai operator komputer (bukan praktisi TI) yang menggunakan Raspberry untuk keperluan perkantoran sehari-hari. Saya hanya akan memberikan pendapat pribadi dari pengalaman saya selama menggunakan Raspberry Pi yang saya miliki Pi3b+ dan Pi4b.

Artikel ini adalah pandangan saya pribadi, bukan paksaan dan mungkin sedikit ada persamaan dengan situs luar negeri tapi saya hanya akan membenarkan atau tidak sependapat sesuai dengan pengalaman saya. Satu lagi....... saya tidak dibayar (bagaimana mau ada yang bayar, blog aja baru bikin). 

Jadi let’s get started ..... !!

Perangkat saya :
Raspberry Pi3B+ dan Pi4 dengan Argonone case (reviu argonone diartikel saya yang lain).

Harga :
Paket Raspberry Pi3B+ total : Rp950.000,- (Juni 2019)
Paket Raspberry Pi3B+ (termasuk : chasing, fan, charger dan gratis micro Sdcard 16 GB) Rp.800.000,-
wireless mini keyboard Rp150.000,-

Raspberry Pi4 total : Rp2.205.000,- (februari 2020)
Rincian :
Raspberry Pi4b 4GB RAM: Rp1.100.000,- (tokopedia)
Argonone alumunium case : Rp450.000,- (tokopedia)
Layar monitor merk Dell second : Rp350.000,- (Olx Semarang)
wirelles Keyboard dan mouse: Rp135.000,- (tokopedia)
Micro Sdcard 64Gb sandisk : Rp170.000,- (jakartanotebook)

Beralih dari Raspberry Pi 3b+ ke Pi4
Secara fisik (ukuran) masih sama menurut saya. Tetapi ada perubahan beberapa hal :

Charger
Charge berubah jadi type C. Sehingga bagi anda yang sudah punya raspberry Pi3 atau yang lebih lama dan akan memanfaatkan chargernya, anda harus membeli konverternya. Atau beli charger yang baru. Kalo saya beli baru karena Raspberry Pi 3 saya masih saya fungsikan. 

Output Display
Converter model dongle
Port display output juga berubah. semula Raspi 3 memakai HDMI di Raspi 4 menjadi micro HDMI. Mungkin karena dual display dan ingin tetap mempertahankan ukuran sehingga port display disesuaikan.

Micro ya bukan mini, jangan sampai salah beli seperti saya.....!!

perubahan ini juga berpengaruh karena saya harus membeli konverter lagi micro HDMI ke HDMI untuk menyesuaikan kabel HDMI yang sudah saya miliki. Jadi perlu dialokasikan kembali tambahan dana. Saya beli dongel converter micro HDMI ke HDMI.

Pertanyaannya, kenapa gak beli kabel micro HDMI ke HDMI/DVI/VGA langsung ? Ya karena saya masih punya kabel HDMI, biar tidak mubasir maka saya hanya beli converternya. Selain itu lebih irit dech. Meskipun akhirnya jatuhnya mahal juga karena salah beli.... hehehehe.

    Keuntungan :
    • Saya bisa memutar youtube kualitas 4K di perangkat kecil saya. Tentunya anda harus menyediakan koneksi internet yang lancar ya, atau putar file film dengan format 4K.
    • Bisa lihat dual layar dengan tambahan modal. Tetapi apabila membuka dua layar akan berpengaruh dengan kualitas pula.
    • Kualitas tampilan layar sangat baik jernih, apalagi ditunjang dengan monitor yang baik

    Catatan pribadi :
    Saya agak menyayangkan perubahan ini, karena menurut saya colokan micro HDMI sepertinya terlalu ringkih, terutama kalo sering kita bawa perangkatnya sehingga harus sering pasang dan cabut. Seperti saya karena saya sudah malas menggunakan laptop jadi hanya perangkat raspberry saya yang mobile di dalam tas.
    Converter model kabel

    Saya menggunakan model dongle untuk converternya, maka apabila akan menggunakan 2 layar colokan micro HDMI jadi serasa kurang lebar jarak antar port micro HDMI nya. Harus sedikit memaksakan colokan. Ini yang membuat saya khawatir. Tapi bisa diatasi dengan membeli model converter yang ada kabelnya.


Saya rasa cukup untuk artikel pertama saya pada malam ini, masih banyak yang akan saya sampaikan jadi tunggu aja artikel berikutnya ....... Jadi akan saya sambung lagi besok. (kalo sempat .......)
Oh iya... asal anda tahu... artikel ini ditulis dan diupload menggunakan Raspberry Pi3B+.

artikel part 2 disini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HAL YANG PERLU DI LAKUKAN SETELAH INSTALL MANJARO DI RASPBERRY PI 4

MENGGUNAKAN RASPBERRY PI UNTUK KOMPUTER HARIAN (PART 2)